Sabtu, 27 Agustus 2016

3 Panggilan Hidup

Standard

Manusia sering terbuai dan terlena dengan berbagai macam urusan yang menyibukkan sehingga butuh panggilan-panggilan untuk tetap pada tujuan hidupnya sebagai Hamba Allah.  Dan tetap fokus pada mentauhidkan Allah swt
Maka panggilan-panggilan inilah yang bisa menjadi kebutuhan manusia menuju akhir hidupnya yang tidak akan tahu kapan akhirnya, maka sejatinya dan logislah panggilan-panggilan ini menjadi perhatian kita disetiap waktu.
Wallahu'alam bissowwab.

Jumat, 26 Agustus 2016

Tidak Penting Seperti Apa Awalnya

Standard

Janganlah lemah karena masa lalu, karena hidup ini hanya permainan dan senda gurau,  maka yang pada akhirnya baiklah pemenangnya dan yang berakhir buruk akan selalu dibawah penyesalan hingga kehidupan berikutnya dialam berikutnya.
Jangan mudah terkecoh dengan masa lalu atau seperti apa kita diawalnya dahulu, betapa buruknya masa lalu dan betapa jahatnya kita dimasa lalu,  karena semua itu tidak penting sama sekali untuk kita risaukan.

Rabu, 24 Agustus 2016

Hidup Berbekal Keyakinan Berhasil

Standard

Tidak ada bedanya kita yakin berhasil atau tidak,  semuanya juga akan terjadi.  Itulah keajaiban suatu keyakinan,  ketika kita yakin akan berhasil maka itulah yang terjadi,  dan ketika kita yakin sebaliknya,  yakni gagal,  maka anda benar.  Itupun yang akan terjadi.  Jadi silahkan pilih keyakinan itu.
Karena hidup ini awalnya keyakinan,  cepat atau lambat kita akan sampai pada keyakinan kita.  Dan jika hidup ini diawali dengan apatis dan tidak meyakini tapi meragukan,  maka kita akan lelah dan butuh banyak energi untuk mencapai suatu tujuan, kita akan berputar-putar entah kemana karena tidak yakin ini membuat tujuan berkabut. Wallahu'lam bissowab

Minggu, 10 Juli 2016

Apa Susahnya Menulis?

Standard

By. Ridho Hudayana

Tentu yang membedakan masa sejarah dan pra sejarah adalah ketika ditemukannya tulisan (RH 2016)



Menulis bukan masalah suka dan tidak suka, bisa atau tidak bisa, mungkin atau tidak mungkin, tapi masalah terbesar adalah tidak mau dan malas untuk menulis, semuanya sudah ada dalam diri kita, dan setiap keininan pasti ada jalan untuk mewujudkannya, cepat atau lambat kita lalui jalan itu, tentunya begitu pula dalam menulis dan dalam tulisan yang masih jauh dari sempurna ini, semoga bisa menambah amal bagi pembaca untuk mengoreksi dan meperbaiki tulisan yang ditulis dalam waktu 30 menit ini.

Syukuri Potensi Kita

Ada beberapa hal yang menurut saya mustahil orang masih bisa bilang menulis itu sulit di zaman yang telah menemukan tulisan saat ini, dan ditunjang berbagai hal, jadi sebenarnya apa alasan untuk susah untuk menulis?

Pertama, Kita hidup di zaman yang semuanya serba cepat, dan serba instan, dan serba canggih. Tentu disertai dengan teknologi computer dan perangkat lunaknya yang memungkinkan kita untuk menggunakannya untuk menulis

Kedua, hampir dari kita tidak ada yang tidak memiliki smartphone yang terhubung dengan internet, khususnya yang membaca tulisan ini, maka disetiap  detik kita akan bisa menemukan berbagai macam tulisan dengan berbagai macam tema dan berbagai sumber, dari yang bisa dipertanggung jawabkan sampai yang isinya hoax alias dusta.

Ketiga, dalam satu detik dalam pikiran kita ada banyak hal yang bisa kita pikirkan sekaligus, kenapa tidak kita rubah pikiran itu menjadi tulisan, sebagai pengantar untuk membiasakan kita untuk menuliskannya, kalaulah isi pikiran kita adalah masalah, ya tulisakan saja, bisa jadi catatain harian kita, ya bisa jadi dengan menuliskannya separuh dari masalah hidup kita  bisa kita lihat dimana masalahnya dan solusinya sekaligus, cobalah menulis.

Keempat, seperti yang penulis lakukan saat ini, dengan memanfaatkan waktu dan memberanikan diri untuk menulis sebisanya dan semudah-mudahnya, karena ada fasilitas yang bisa digunakan menulis dan mau menyenggangkan waktu yang 24 jam ini untuk menulis, ya sekitar 30 menit saja.



Hambatan Selalu Ada

Namun juga ada beberapa hambatan yang membuat kita juga tidak menulis dengan semua potensi yang kita miliki diatas, dan hambatan itu bisa menghapuskan semua potensi untuk kita menulis, sehingga kita bisa menjadi makhluk prasejarah di kehidupan sejarah manusia saat ini.

Pertama, rasa tidak memiliki kemampuan untuk menulis, hambatan ini biasanya kita temukan, kalau konteksnya adalah rendah hati tapi tetap menulis ya tidak ada masalah, tapi masalahnya merasa tidak bisa menulis itu konteksnnya tidak pernah menulis, ini yang membunuh semua potensi yang kita miliki untuk menulis

Kedua, rasa takut salah, ya tidak ada manusia yang tidak salah, semuanya pasti melakukan kesalahan, dan hanya orang yang  mau sukses saja yang bisa belajar dari kesalahan dan memperbaikinya, dalam konteks menulis juga begitu, jangan pernah ada rasa takut salah dalam menulis, tulis saja apa yang bisa kita tulis dengan percaya diri, kalau tidak di publish ya, disimpan saja baik-baik. Siapa tahu nantinya bermanfaat juga untuk orang lain yang membacanya.

Ketiga, merasa tidak punya ide menulis, seperti yang sedikit kita singgung tadi tentang 1 detik pikiran kita ada banyak hal yang bisa kita pikirkan, kenapa tidak kita rubah dalam bentuk tulisan, walau singkat atau sedikit, nanti juga akan berkembang dengan sendirinya.

Keempat, rasa malas menulis, ya inilah penyebab yang sangat akut jika dibiarkan terus menerus, mala situ biasanya disertai dengan argument, saya tidak punya waktu menulis, saya sangat sibuk dengan pekerjaan, padahal masih ada waktu dalam hari-hari kita untuk termenung, menonton TV, baca status orang lain di medsos dll. Cobalah luangkan waktu barang 30 menit untuk menulis, seperti yang penulis coba saat ini.

Masih Susah ya Menulis?

Tentu tulisan ini banyak kesalahan, namun dengan koreksi dari pembaca lah penulis akan mencoba memperbaiki tulisan ini, dan juga tentunya dengan semakin giatnya penulis untuk menuliskan apa yang ada dipikiran penulislah,  yang membuat tulisan semakin baik lagi

Jadi apa yang membuat kita susah menulis?

Sabtu, 19 Maret 2016

Ini Tentang Jodoh

Standard

Secara tidak kita sadari.. semua yg biasa kita jumpai.. boleh jadi itu jodoh kita.. cobalah sedikit tenang dan merasakan apa yg kerap kali kita rasakan dalam keseharian kita..
Dalam bekerja misalnya, di dalam perjalanan, didalam belajar, diskusi, interaksi sosial bersama keluarga dan tetangga.. sadari bisa jadi mereka memang jodoh kita yg menjadi cerminan hidup kita..

Selasa, 27 Oktober 2015

Sabtu, 24 Oktober 2015

Syukuri, Pasti Jadi Kaya

Standard

Alhamdulillah, harusnyalah hidup di dunia ini, tidak ada yg layak mengaku miskin, ditengah banyak nikmat yang semua manusia dan hewan bahkan tumbuhan menikmatinya di dunia ini, yaitu air, udara dan sinar matahari yang diberikan gratis kesemua makhluk-Nya.
Namun apa lacur, jangankan untuk mensyukurinya, tidak sedikit yang selalu merasa dan mengaku miskin dan hina serta tidak dapat melihat kenikmatan -kenikmatan itu.
Jika kita mampu menikmati apa yang ada dan yang kita konsumsi untuk kehidupan ini, sungguh berapapun dan seperti apapun hidup kita hari ini, pastilah kita ini orang kaya raya. Wallahu'lam bisshowab