Jumat, 23 September 2016

4 menit vs 2 Kalimat mahal mana?

Standard

Disini kau tau harga keterlambatan 4 menit sama dengan 2 juta.. Kelak kau kan tau terlambat menyebutkan 2 kalimat sama dengan neraka  mahal Mana?

Setiap ketidak disiplinan akan menebus bayaran yang mahal.  Dari tebusan uang sampai nyawa.  Maka setiap kelailaian ada harga tang akan pantas untuk kita bayar.  Tidak ada satupun takdir yang tidak adil.  Karena semua yang didapat adalah apa yang diusahakan.

Karenanya tidak akan ada ruginya orang yang berusaha dan berikhtiar walaupun belum berhasil.  Namun juga harus disertai dengan kedisiplinan, dalam artian harus tepat apa yang telah direncanakan,  semuanya akan ada makna jika tepat pada waktunya,  sebelumnya akan membosankan,  sesudahnya akan menimbulkan penyesalan.

Jika agym pernah mengatakan  tiada prestasi tanpa kedisiplinan,  maka bukan hanya prestasi yang bisa kita dapatkan tapi kepuasan lahir dan batin jika kita bisa melakukannya dengan disiplin.
Wallahualam bisshowab.

Cara Menanam Padi Paling Mahal & Menyedihkan

Standard

Beginilah cara menanam padi termahal dan paling menyedihkan, dengan menebang hutan artinya mengurangi oksigen secara global,  dilanjutkan pembakaran hutan yang mencemari udara dan menyebabkan kabut asap,  dan padi hanya sekali tanam dan sekali makan dan biasanya setelah panen padi lahan ditanami dengan pohon sawit yg sulit dikatakan ramah lingkungan dan bukan tanaman penghasil oksigen.  Walaupun sudah ada Peraturan tentang pelarangan pembakaran lahan secara sengaja bahkan untuk bertanam padi pun itu dilarang, namun tetap dilanggar atas nama tradisi dan perekonomian. Dan itu terus terjadi ditanah borneo yg konon katanya paru-paru dunia.
By.  Www.RidhoHudayana.blogspot.com
#save #saveearth #saveforest #borneo #lungs #lungsworld #saveworld #oxygen #pady #traditional 

Kamis, 22 September 2016

Yang Mahal dari Manusia

Standard

Diantara yang paling mahal dalam diri manusia adalah, kemauan untuk merubah dan berubah dirinya dan orang lain dari baik menjadi yang terbaik.
Jika membahas dengan kemauan selalu ada jalan untuk semua permasalahan,  namun kalau membahas masalah tanpa kemauan,  maka pasti tidak ada jalan keluar,  semuanya buntu tanpa solusi.
Wallahualam Bisshowab

#rh #willingness #change #best #expensive
Http://ridhohudayana.blogspot.com

Jumat, 16 September 2016

Ini Pemberdayaan Bung!

Standard

Ini program pemberdayaan, memberikan kepercayaan utk orang berbuat semampunya dengan minimal prosedur, bukan mengkrangkeng mereka dengan banyak prosedur hingga tidak berdaya
By.  Ridho Hudayana (Fasilitator GSC Menyuke)
Alasan yang logis bagi saya ketika mendengar kata pemberdayaan,  artinya adalah membuat orang yakin bahwa mereka memiliki kekuatan untuk melakukan yang luar biasa dalam hidupnya. 
Dan yang pastinya orang yang diberdayakan adalah orang yang pada awalnya tidak memiliki keyakinan akan kekuatan yang ada dalam dirinya. Karena untuk mengakses layanan yang disediakan pemerintah seperti menara gading, yang sulit dicapai, maka dengan jalan pemberdayaanlah membuat mereka mudah untuk mengakses layanan dari pemerintah itu. Karena cita cita  pemberdayaan sejatinya menurut saya, membangun manusia seutuhnya untuk hidup mandiri dan berbagi sesama.
Tentu pemberdayaan ini selalu didasari oleh rasa percaya dan memberikan kemudahan untuk subjek yang diberdayakan untuk mengakses layanan yang tersedia, dan membantu nya untuk membuat rencana hidupnya kedepan, serta membantu permasalahan dirinya yang menghambat kemandirian nya.
Kita perlu memberikan langkah mudah tanpa mengurangi kualitas tentang cara memperoleh akses layanan,  dan memberikan kepercayaan mereka untuk mencoba apa yang dia bisa.  Karena jika kita peraulit mereka dengan kerumitan proses yang menghambat dan melambatkan dirinya, tentu banyak kegagalan yang akan mereka hadapi dalam kondisi mereka sedang mencari temukan kekuatan dirinya.
Maka sebagai pemberdaya logisnya adala mempermudah jangan mempersulit, berilah kabar gembira lebih banyak dari berita sedihnya, sehingga harapan mereka tetap membara,  agar mereka yakin mereka juga bisa memiliki kekuatan yang besar sampai tak terhingga.
Wallahu'alam bisshowab
#fasilitator #menyuke #landak #tanah #dayak #kalbar
#permudahkanlah jangan #dipersulit #jagakualitas

Rabu, 14 September 2016

Kamis, 08 September 2016

Jujurlah, Maka Allah Membenarkannya

Standard

Setelah itu, kaum muslimin beristirahat sebentar, mereka kemudian melanjutkan lagi penyerbuan terhadap musuh.

DIRIWAYATKAN oleh Abdurrazzaq dengan sanad shahih, An-Nasai dan lain-lain, dari Syaddad bin Al-Had bahwa ada seorang laki-laki Arab Badui datang kepada Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam kemudian beriman kepada apa yang dibawa oleh nabi dan mengikuti beliau.

Badui tersebut berkata kepada nabi, “Aku akan berhijrah bersamamu,” Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat memberikan nasihat agama kepadanya. Pada Perang Khaibar, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam membagikan ghanimah kepada kaum muslimin.

Nabi memberikan bagian kepada para sahabat yang membuat mereka bergembira, akan tetapi ketika pembagian sampai kepada si Badui, tiba-tiba dia menolaknya sembari berkata, “Apa ini?” Para sahabat menjawab, “Ini adalah bagian ghanimah untukmu yang berasal dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam.”

Mendapatkan jawaban para sahabat, si Badui terpaksa mengambil bagian ghanimah itu tetapi kemudian dia menghadap Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam. Sesampai di hadapan Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, si Badui bertanya, “Harta apakah ini?”

“Ini adalah bagian ghanimah yang aku bagi untukmu.” jawab Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Kembali orang Badui itu berkata, “Bukan karena perkara ini aku mengikutimu, akan tetapi aku mengikutimu karena aku ingin agar suatu saat nanti aku terkena lemparan panah di sini –sambil menunjuk ke lehernya– sehingga aku terbunuh dan masuk jannah karenanya.”

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika engkau jujur kepada Allah, maka Allah akan membenarkanmu.”

Setelah itu, kaum muslimin beristirahat sebentar, mereka kemudian melanjutkan lagi penyerbuan terhadap musuh. Di tengah berkecamuknya peperangan, si Badui dibawa menghadap Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dengan keadaan terkena panah di tempat yang sesuai dengan yang dia tunjukkan sebelumnya.

Melihat itu, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Apakah dia orang yang kemarin?” Para sahabat menjawab, “Benar,” Nabi bersabda, “Dia telah berbuat shiddiq kepada Allah , maka Allah berbuat shiddiq kepadanya.”

Selanjutnya Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam mengkafaninya dengan baju besi milik Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dan beliau mendoakannya dan di antara doa beliau adalah,

“Ya Allah, ini adalah hamba-Mu, dia keluar untuk behijrah di jalan-Mu dan terbunuh sebagai syahid. Dan aku bersaksi atas perkara itu.”[]

Sumber: kisahmuslim.com

Success Now or Never!

Standard

The success is today not Tomorrow, because tomorrow is the big secret to come, how about, if tomorrow never come? N u r not succeed, you'll be regret!who know about the future,  we just make a plan and do our best,  but the result is not our domain side.
Every time we have,  can be a chance to succeed, that's all defend on our effort, hard work, and struggle in every single second.
Wallahualam Bisshowab